Minggu, 01 Mei 2011

Vamanos!

"Yaa Allah, sesungguhnya aku memulai pagi dari-Mu dalam kenikmatan..."
-dzikrulma'tsurot

Ketenangan dan kebahagiaan telah kurasakan sejak membuka mata tadi pagi. Entah apa yang membuatku senang hari ini, padahal nothing special. Sejenak kumencoba untuk berbaik sangka dan perlahan kutersadar, inilah sesuatu yang spesial dari-Nya. Rasa tenang dan bahagia. Pagi ini kulewati tanpa shalat dan ma'tsurot. Mengapa? Jawabannya, hanya Dia dan parawanita yang tahu :)
Pintu kamar perlahan kubuka dan ternyata tak ada siapapun di ruang tengah.
"Mama mana?" tanyaku dalam hati. Ternyata beliau sedang asyik di dapur.
Memulai hari dengan segelas coklat panas adalah kebiasaanku sejak beberapa bulan ini. Kunikmati coklat itu sambil bercengkrama dengan mama, satu-satunya orang yang paling pertama terbangun di Sabtu pagi ini.
Pesawat televisi kunyalakan, dan kucari acara yang selama ini belum pernah kusaksikan. Katanya, acara itu ditayangkan setiap hari Sabtu pukul 06.30. Apa nama acaranya? Aku pun tak tahu. Yang aku tahu hanyalah jargon acara tersebut:
Jama'aaaaaaaaaah, ooooooooy! Jama'aaaaaaaaaaaaaah
Alhamdu.........
Lillaaaaah.
Kucari di semua stasiun TV, tetapi tak satupun kutemukan.
"Cari apa sih?" tanya mamaku.
"Acara pengajian. Katanya acaranya lucu."
"Oooh, kalau acara kaya gitu sih, pagi, jam enam."
Baiklah. Pencarian kuhentikan dan kuputuskan untuk menikmati kembali coklat hangat sambil menyaksikan berita tentang pernikahan Prince William dan Kate Middleton. Sejak beberapa hari yang lalu, aku dan mama selalu bertingkah seolah-olah kami diundang ke pesta pernikahan tersebut.
"Ma, besok mau pake baju apa ke sana?"
"Batik ajaa, ga usah ribet!"
"Oooh sip."
"Nanti jangan makan sate ya, haram sate di sana mah pake daging babi. Hehe..."

Adegan yang kusaksikan saat itu, adalah janji setia sehidup semati yang terucap antara William dan Kate.
"Ooooh, mungkin ini akad nikah versi umat Kristiani :D"
I, William Arthur Philip Louis, take thee, Catherine Elizabeth, to my wedded wife, to have and to hold from this day forward, for better, for worse: for richer, for poorer; in sickness and in health; to love and to cherish, till death us do part, according to God’s holy law; and thereto I give thee my troth.

I, Catherine Elizabeth, take thee, William Arthur Philip Louis, to my wedded husband, to have and to hold from this day forward, for better, for worse: for richer, for poorer; in sickness and in health; to love and to cherish, till death us do part, according to God’s holy law; and thereto I give thee my troth.
Telepon berdering. Mama segera mengangkatnya. Setelah selesai percakapan lewat telepon itu, aku bertanya, "siapa, Ma?"
"Teteh, ngajak jalan-jalan. Tapi bingung mau ke mana. Nanti kalau udah pasti mau ke mana, di telepon lagi, katanya."
"Oooh."
Kami melanjutkan tontonan sampai akhirnya, telepon berdering lagi. Kali ini percakapannya singkat kemudian mama memberitahuku bahwa kakakku mengajak kami jalan-jalan ke kota intan, Garut.
"Siap-siap, yuk? Sekarang mau dijemput sama teteh. Kita ke Garut." ajak mama.
Aku pun melihat jam dinding persegi berwarna putih yang terpasang di dinding ruang tengah, "yaaah, kalau bilangnya sekarang, paling dua jam lagi sampai ke sini." saat itu jam menujukkan pukul 09.30.
Mama hanya tertawa mendengar ocehanku. Mama pun tahu, kalau kakakku itu tak pernah tepat waktu, alias ngaret.
Kami pun memutuskan untuk bersiap-siap. Pukul berapapun kami dijemput, yang penting kami sudah siap. Segala persiapan mulai dari mandi sampai membereskan rumah pun selesai kami kerjakan sampai pukul 11.00. Belum ada tanda-tanda jemputan akan datang.
"Tuh kan, dua jam lagi!" seruku.
Tepat! Dua jam kemudian kakakku beserta suami dan kedua orang putrinya datang menjemput. Pukul 11.30. Kami pun memutuskan untuk pergi setelah sholat dzuhur.
==================================================

Sepanjang perjalanan Bandung-Garut aku tertidur hingga sampailah kami ke tempat tujuan, Danau Dariza. Tempat wisata ini memiliki lima buah kolam renang. Satu kolam kecil untuk anak-anak, dua kolam air panas, dan dua kolam air dingin dengan kedalaman yang beragam. Harga tiket masuknya pun cukup terjangkau, 16.000 rupiah untuk dewasa dan 13.000 rupiah untuk anak-anak. Selain berenang, Anda dapat menikmati fasilitas lain, seperti flying fox, sepeda air, dan arena permainan anak-anak. Setelah puas berenang, kami pun memutuskan untuk berkeliling danau dengan mengendarai sepeda air. Kami membeli dua tiket sepeda air seharga Rp 12.500. Satu tiket berlaku untuk dua orang dewasa dan satu orang anak-anak.
Setelah puas berkeliling danau, kami pun pulang. Namun sebelumnya, kami mampir ke restoran Sambal Cibiuk yang terletak di jalan Otista, Garut. Restoran ini dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai pemandangan desa. Di bagian depan, ada meja dan kursi rotan tersusun rapi sedangkan di bagian belakang, ada beberapa saung lesehan yang dihadapkan ke arah sawah yang terletak di tengah saung-saung tersebut. Sorry, I don't have any idea how to say saung in Bahasa Indonesia, hehehe. Kenyang menyantap hidangan Cibiuk, kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung dan lagi, saya tertidur di perjalanan :)
Alhamdulillaah, what a nice trip!
Sakiinah melaporkan untuk Goresan Pena.





Ruang tamu, awal bulan Mei 2011, pukul 3.59 (waktu laptop)

0 komentar:

Poskan Komentar

temukan di sini

Memuat...