Kamis, 05 Mei 2011

Salmon

Seperti biasa, kalau cuaca dingin begini, paling enak duduk di depan Happy (nama laptop saya) dan memijatnya untuk menghasilkan sebuah goresan. "Goresan apalagi kali ini?" saya pun bertanya dalam hati sambil membuka-buka binder yang sudah hampir satu tahun saya telantarkan. Ternyata ada sebuah wacana yang (lagi) semula berbentuk rangkaian pesan singkat (SMS) dari seorang teman. If I'm not mistaken, saya berjanji untuk share tulisan ini di note Facebook tetapi baru sekarang saya bisa menerbitkan posting ini di blogger. Talking about my friend, dia itu memang gemar memotivasi orang lain dan kalau tidak salah ingat, salahsatu mimpinya adalah menjadi motivator terkenal seperti Pak Mario Teguh. Semoga cita-citanya tercapai, yaa? Aamin.

Teman : Mana yang lebih mahal, ikan mas atau ikan salmon?
Saya : Ini tebak-tebakan atau beneran?
Teman : Beneran laaah! Emang kalau tebakan, jawabannya apa?
Saya : Kalau tebak-tebakan, jawabannya ikan mas tapi kalau beneran, jawabannya salmon.
Teman : Nggaa, ini beneran ko'. Okay, jadi jawaban kamu salmon yaa? ko' bisa?
Saya : Salmon kan ikan impor, hehehe #asal.
Teman : Hehehe. Jadi gini, fin...
Dilihat dari tempat tinggalnya, kebanyakan ikan mas tinggal di kolam yang airnya tidak mengalir. Walaupun airnya mengalir, pasti ia akan berenang mengikuti arus. Tetapi lihatlah salmon. Ia tinggal di perairan dingin dan arusnya kuat. Bukan hanya itu, ia pun berenang melawan arus yang kuat.
Mm
Mungkin karena perjuangannya yang berani dan kuat melawan arus, dunia menghargainya jauh lebih mahal dari ikan-ikan lainnya yang tinggal di sungai. Konon, salmon juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Berarti, bukan cuma kuat tetapi juga ia dapat memberikan manfaat bagi manusia dan beruang sebagai konsumen tetapnya.
Perjuangannya yang hebat membuat salmon terkenal di seluruh dunia. Siapa sih, yang tak tahu salmon?
Dari tadi saya terus yang ngomong, sekarang giliran kamu, fin! Apa yang bisa kamu ambil dari cerita itu?
Saya : Seseorang yang berjuang dengan sungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Teman : ...jangan malu untuk mengambil jalan yang berbeda dengan orang lain. Walaupun jalan itu harus melawan arus kehidupan di zona yang tidak aman. Salmon kan hidupnya nggak tenang dan dia nggak tahu kapan dia dimangsa sama beruang dan predator lainnya.
Baiklah, sekarang Sahabat Pena yang menafsirkan sendiri because
"the text is the death of the author."
-Roland Barthes



Diterbitkan ketika hujan digantikan gerimis pada hari Kamis pertama Mei 2011.
--> Jika ada pihak yang tidak berkenan, saya bersedia menghapus goresan ini :)

0 komentar:

Poskan Komentar

temukan di sini

Memuat...