Sabtu, 30 April 2011

So,

Disadari atau tidak, setiap detik kehidupan kita adalah sejarah yang akan dikenang pada masa yang akan datang. Setiap saat kehidupan kita adalah goresan yang akan menjadi karya di masa depan, walaupun ia bukan mahakarya. Disadari atau tidak, ternyata goresan itu telah menjadi konsumsi publik. Sadarilah, tetapi jangan terlalu mengenang karya kita sendiri, biarlah orang lain saja. Karena itu membuat kita lupa siapa sang pemilik Mahakarya. Tetapi bila orang lain mengingatkan kita padanya, maka bersyukurlah, karena Dia mengizinkannya untuk mengenang goresan kita.
Siang nan sejuk di selasar Al-Furqon, Bumi Siliwangi, getaran ponsel menunjukkan sebuah pesan dari seorang sahabat:
Pin doain yaa, ntar mau bawain so you are, jam 3.
"So You Are? Apa itu? Ooooh iya, itu kan puisiku yang dibuat lagu sama dia! Alhamdulillaah!"
Sayangnya, pulsa tidak memungkinkan untuk membalas pesan tersebut. Akhirnya saya putuskan untuk membalasnya lewat kiriman dinding alias wall post. Kebetulan saya sedang online waktu itu. Lewat pesan itu saya mengucapkan semoga sukses membawakannya dan saya memintanya memperlihatkan rekaman videonya.
Wah, saya jadi kangen sama lagu itu! "Dengerin aaaah..."
Liriknya sederhana bahkan mungkin susunan tata bahasa Inggrisnya pun masih berantakan. Tetapi sejauh ini, inilah puisi pertama saya yang dilagukan. "Jadinyaa, bangga gitu deh hehehe..." Lagunya dapat diunduh di sini.

I'm here
so you are
but where's your heart
it's not here

i'm here
there you are
but i catch yours
it's very close to me

but why I can't realize it

it forces me and I scream
DON'T YOU FEEL ME

flattering
greeting
times to share
it's a fool illussion

will you let it just be like this
please present yours
(160208)

Bait-bait di atas ditulis tanggal 16 Februari 2008. Hmm, tadinya mau cerita sama Sahabat pena tentang lagu ini. Tapi sayangnya, saya keburu ngantuk. Jadi, giliran Anda yang menafsirkannya. Hayoo lagu ini tentang apa cobaa? :D

0 komentar:

Poskan Komentar

temukan di sini

Memuat...