sesosok kecil menghampiri jiwa yang terpaku
dengan manisnya ia katakan
"tenanglah, semuanya akan baik-baik saja!"
cerah sorot matanya
ucapan nada bicaranya
meyakinkan semuanya
oh, Tuhan...
apakah dia malaikat kecil yang kau kirimkan untukku?
untuk jadi teman hidupku?
semuanya telah meyakinkan
dialah tempatku berbagi semua manis pahit yang kurasa
dia akan terimaku
inilah diriku
dengan segala kelemahan yang ada
dengan cahaya dari tubuhnya, berikanku pelita
"betapa sakit, jika orang lain yang tahu kesalahanmu lebih dulu!"
ia melindungiku dengan tongkat kerlipnya
dengan sayapnya, ia ajakku terbang
"lihatlah handai! dari atas dunia ini, kau akan tahu, bahwa tak satupun yang akan meninggalkanmu!"
dia beri aku cahaya, agar kutahu kesalahanku
"tolong beri tahu kesalahanku, aku pun akan begitu! betapa sakit, jika orang lain yang tahu kesalahanmu lebih dulu! jangan pendam rahasia, aku pun akan begitu! mari berbagi, karena kau dan aku adalah kita. kita adalah satu, handai!"
baiklah, meski ku tak yakin bisa melakukannya
kucoba tuk berjanji
kucoba tuk berikan seluruhnya untuk sahabatku,
sesosok malaikat kecil ini
namun perlahan
ia kehilangan cahaya, pelita untukku pun sirna
"tolonglah mengerti, pelitaku untukmu mungkin 'kan kembali! aku pun tak tahu pasti."
tongkat kerlipnya tak dapat melindungiku lagi
"maafkan aku, janjiku mungkin tak dapat kupenuhi."
sayapnya pun patah
tiada lagi yang tersisa
sesosok malaikat kecil untukku
menjelma menjadi seekor siput
ia menghilang di balik rumah siput saatku ada di depannya
ia mengumpat di belakang dan memendam sejuta rahasia
apalah dirinya itu kini?
entah siput atau anjing!
apa maumu anjing kecil?
mengapa dulu kau datang dengan cahaya?
apakah kau hanya ingin aku menguras semuanya?
aku bukanlah mangsa yang bisa kau cabik-cabik, lalu kau tinggalkan begitu saja!
ingatlah janji yang kau ucapkan!
kembalikan smua yang telah redup dan kau patahkan!
sesal mendalam tak dapat ku lewati begitu saja
namun mengapa harus ku fikirkan semuanya?
biarlah anjing kecil itu menjadi malaikat bagi yang lainnya
dengan manisnya ia katakan
"tenanglah, semuanya akan baik-baik saja!"
cerah sorot matanya
ucapan nada bicaranya
meyakinkan semuanya
oh, Tuhan...
apakah dia malaikat kecil yang kau kirimkan untukku?
untuk jadi teman hidupku?
semuanya telah meyakinkan
dialah tempatku berbagi semua manis pahit yang kurasa
dia akan terimaku
inilah diriku
dengan segala kelemahan yang ada
dengan cahaya dari tubuhnya, berikanku pelita
"betapa sakit, jika orang lain yang tahu kesalahanmu lebih dulu!"
ia melindungiku dengan tongkat kerlipnya
dengan sayapnya, ia ajakku terbang
"lihatlah handai! dari atas dunia ini, kau akan tahu, bahwa tak satupun yang akan meninggalkanmu!"
dia beri aku cahaya, agar kutahu kesalahanku
"tolong beri tahu kesalahanku, aku pun akan begitu! betapa sakit, jika orang lain yang tahu kesalahanmu lebih dulu! jangan pendam rahasia, aku pun akan begitu! mari berbagi, karena kau dan aku adalah kita. kita adalah satu, handai!"
baiklah, meski ku tak yakin bisa melakukannya
kucoba tuk berjanji
kucoba tuk berikan seluruhnya untuk sahabatku,
sesosok malaikat kecil ini
namun perlahan
ia kehilangan cahaya, pelita untukku pun sirna
"tolonglah mengerti, pelitaku untukmu mungkin 'kan kembali! aku pun tak tahu pasti."
tongkat kerlipnya tak dapat melindungiku lagi
"maafkan aku, janjiku mungkin tak dapat kupenuhi."
sayapnya pun patah
tiada lagi yang tersisa
sesosok malaikat kecil untukku
menjelma menjadi seekor siput
ia menghilang di balik rumah siput saatku ada di depannya
ia mengumpat di belakang dan memendam sejuta rahasia
apalah dirinya itu kini?
entah siput atau anjing!
apa maumu anjing kecil?
mengapa dulu kau datang dengan cahaya?
apakah kau hanya ingin aku menguras semuanya?
aku bukanlah mangsa yang bisa kau cabik-cabik, lalu kau tinggalkan begitu saja!
ingatlah janji yang kau ucapkan!
kembalikan smua yang telah redup dan kau patahkan!
sesal mendalam tak dapat ku lewati begitu saja
namun mengapa harus ku fikirkan semuanya?
biarlah anjing kecil itu menjadi malaikat bagi yang lainnya
0 komentar:
Poskan Komentar